Di tengah hiruk-pikuk aktivitas perkuliahan, organisasi, dan berbagai kesibukan mahasiswa, masih ada ruang yang terus menjadi tempat bertumbuh bagi mereka yang mencintai ilmu pengetahuan: perpustakaan.
Bagi sebagian orang, perpustakaan mungkin hanya identik dengan tumpukan buku dan referensi akademik. Namun bagi Muhammad Sofyan Jamil (E1A022040), mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (FH UNSOED), perpustakaan memiliki makna yang jauh lebih dalam.
Atas konsistensinya dalam memanfaatkan fasilitas perpustakaan, Muhammad Sofyan Jamil tercatat sebagai Mahasiswa Pengunjung Perpustakaan Teraktif FH UNSOED periode Januari hingga Mei 2026. Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk penghargaan terhadap semangat literasi dan budaya belajar yang terus tumbuh di lingkungan akademik Fakultas Hukum.
Penghargaan tersebut tidak hanya mencerminkan frekuensi kunjungan ke perpustakaan, tetapi juga menjadi simbol komitmen terhadap proses belajar yang berkelanjutan.
“Jujur saya merasa sangat senang dan bahagia mendapatkan apresiasi sebagai mahasiswa aktif di perpustakaan FH Unsoed. Bagi saya, perpustakaan bukan hanya menjadi tempat untuk mencari referensi skripsi ataupun tempat untuk menambah wawasan lewat buku, melainkan perpustakaan sudah menjadi rumah sekaligus tempat yang nyaman untuk menenangkan diri di waktu kosong. Terima kasih banyak atas penghargaan ini,” ungkap Sofyan.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa perpustakaan bukan sekadar fasilitas akademik, melainkan ruang yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih personal dan bermakna. Di tengah era digital yang serba cepat, keberadaan perpustakaan tetap menjadi tempat penting untuk membangun kebiasaan membaca, berpikir kritis, dan memperluas perspektif.

Dekan FH UNSOED, Prof. Dr. Riris Ardhanariswari, S.H., M.H., menyampaikan apresiasinya atas semangat belajar yang ditunjukkan mahasiswa.
“Prestasi seperti ini menunjukkan bahwa budaya akademik yang kuat dibangun dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Kami berharap semakin banyak mahasiswa yang menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar, berdiskusi, dan mengembangkan kapasitas diri. Fakultas akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas agar perpustakaan menjadi pusat aktivitas akademik yang nyaman dan inspiratif,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sofyan juga menyampaikan harapannya terhadap pengembangan fasilitas perpustakaan ke depan.
“Semoga fasilitas perpustakaan dapat ditingkatkan agar semakin mendukung produktivitas mahasiswa, terutama kenyamanan kursi yang lebih baik serta koneksi Wi-Fi yang lebih stabil dan menjangkau seluruh area. Semoga perpustakaan ini menjadi ruang yang semakin ideal bagi seluruh mahasiswa untuk berkarya dan belajar,” harapnya.
Masukan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas layanan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna. Sebab, perpustakaan modern tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi, kreativitas, dan pengembangan diri mahasiswa.
Melalui apresiasi kepada mahasiswa pengunjung perpustakaan teraktif ini, FH UNSOED ingin menegaskan bahwa keberhasilan akademik tidak selalu lahir dari sorotan panggung. Terkadang, ia tumbuh secara perlahan melalui kebiasaan membaca, rasa ingin tahu yang terpelihara, dan waktu yang setia dihabiskan untuk belajar.
Karena pada akhirnya, kampus yang unggul tidak hanya diukur dari capaian institusinya, tetapi juga dari budaya belajar yang hidup di dalamnya. Dan budaya itu sering kali dimulai dari satu langkah sederhana: membuka buku dan datang ke perpustakaan. (Auth: LabTekIn)