Lingkungan yang bersih tidak lahir dari slogan, melainkan dari kebiasaan yang dilakukan bersama. Kesadaran itulah yang menjadi semangat Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (FH UNSOED) dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 melalui kegiatan aksi bersih kampus yang melibatkan seluruh sivitas akademika, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan.

Sejak pagi hari, berbagai sudut lingkungan kampus menjadi ruang kolaborasi. Tidak ada sekat antara mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan. Seluruh peserta turun langsung membersihkan area kampus, merapikan lingkungan, serta mengedukasi pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Bagi FH UNSOED, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, aksi bersih kampus menjadi refleksi bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun budaya keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Dekan FH UNSOED, Prof. Dr. Riris Ardhanariswari, S.H., M.H., menegaskan bahwa kampus tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter yang memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan.

“Kesadaran menjaga lingkungan merupakan bagian dari pendidikan karakter. Kampus harus menjadi contoh bagaimana nilai kepedulian, tanggung jawab, dan keberlanjutan diwujudkan dalam tindakan nyata. Karena itu, peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak cukup dipahami sebagai momentum simbolik, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang membentuk kebiasaan baik,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan dan mitra eksternal. Dalam pelaksanaannya, FH UNSOED bekerja sama dengan Sapphire Group yang memberikan dukungan berupa fasilitas tempat sampah terpilah untuk sampah organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Kehadiran fasilitas tersebut menjadi langkah konkret dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab sekaligus membangun kesadaran sivitas akademika mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. Siti Kunarti, S.H., M.H., menyampaikan bahwa perubahan perilaku lingkungan memerlukan dukungan budaya dan fasilitas yang memadai.

“Kesadaran lingkungan harus dibangun secara berkelanjutan. Penyediaan tempat sampah terpilah menjadi salah satu upaya sederhana namun penting untuk membentuk kebiasaan baru yang lebih peduli terhadap lingkungan. Kami berharap langkah ini dapat menjadi bagian dari budaya sehari-hari di FH UNSOED,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, FH UNSOED juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 (Responsible Consumption and Production), SDG 13 (Climate Action), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).

Lebih dari sekadar membersihkan lingkungan kampus, kegiatan ini mengajarkan bahwa kepedulian terhadap bumi dimulai dari tindakan-tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Sebab lingkungan yang baik tidak diwariskan begitu saja kepada generasi berikutnya, tetapi dijaga dan dirawat bersama mulai dari hari ini.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di FH UNSOED menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil. Dan ketika seluruh sivitas akademika bergerak bersama, kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kepedulian dan tanggung jawab terhadap masa depan yang lebih berkelanjutan.

(Auth: LabTekIn)