Menu Tutup

Dekan Fakultas Hukum Unsoed menjadi pembicara utama dalam Crimsa International Biennial Conference

mengutip halaman kemlu.go.id/pretoria/id/news, tanggal 29 Agustus 2019, Universitas Limpopo Afrika Selatan bekerja sama dengan Lembaga Criminological and Victimological Society of South Africa (CRIMSA) telah mengundang Dekan Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto (UNSOED) Prof.Dr. Ade Maman Suherman. S.H., Msc, untuk menjadi pembicara utama dalam Crimsa International Biennial Conference, 27-30 Agustus 2019.  Konferensi yang bertema “History and Future of Criminology in Africa and the Global South” dilaksanakan di Ranch hotel kota Polokwane, Provinsi Limpopo, Afrika Selatan dan mengundang puluhan peneliti dari Afrika Selatan, Nigeria dan Indonesia.

Dihadapan lebih 300 peserta konferensi, Prof. Dr. Ade Maman Suherman. S.H., Msc.  menyampaikan makalah akademiknya yang berjudul “Strategy on Combating Transnational Economic Crime on Fishery Sector In Developing Countries. Lessons Learned From Indonesia”. Dalam kesempatan tersebut Dekan Fakultas Hukum UNSOED menyampaikan pengalaman, best practices dan tindakan-tindakan yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia dalam menanggulangi Kejahatan Ekonomi Transnasional di Sektor Perikanan. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa pemberantasan Kejahatan Ekonomi Transnasional di Sektor Perikanan dilakukan pada berbagai level. Pada level nasional, pemerintah Indonesia memiliki keinginan yang kuat untuk menyejahterakan para nelayan dengan memerangi pencurian ikan. Keberhasilan Indonesia dalam memerangi Kejahatan Transnasional Ekonomi di Sektor Perikanan  dimulai dari penguatan legislasi dan kebijakan, serta memperkuat kapasitas institusi penegakan hukum. Pada tingkat internasional, tentunya selain mengadopsi berbagai konvensi internasional terkait, Indonesia juga melakukan kerja sama yang intens dengan negara-negara sahabat dan organisasi internasional.

Duta Besar RI untuk Afrika Selatan Salman Al Farisi menyatakan bahwa Indonesia sangat serius dalam pemberantasan IUU Fishing. Terbukti  sejak 2014, Pemerintah Indonesia telah menenggelamkan 516 kapal pencuri ikan. Tindakan ini telah meningkatkan produk ekspor produk perikanan Indonesia 45,9 persen. Produk perikanan Indonesia telah diekspor ke lebih dari 157 negara di dunia. Adapun 10 jenis komoditas dominan yang dieskpor diantaranya udang, tuna, cumi-cumi, kepiting, gurita, kakap, dan kerapu.

Universitas Jenderal Soedirman dan Universitas Limpopo Afrika Selatan telah memiliki Kerja sama dalam bentuk nota kesepahaman yang telah ditandatangani pada bulan September tahun 2018. Kedua universitas menyepakati kerja sama di berbagai bidang seperti Pertanian, Kriminologi, hukum, ekonomi, Pendidikan dan kesehatan melalui pertukaran mahasiswa dan akademisi, penelitian bersama, dan pertukaran jurnal-jurnal ilmiah.