You are hereBiblio / PENOLAKAN IZIN POLIGAMI YANG MENGAKIBATKAN PERCERAIAN (ANALISIS YURIDIS TERHADAP PUTUSAN M.A.R.I NO. 209 K/ AG/ 1994)

PENOLAKAN IZIN POLIGAMI YANG MENGAKIBATKAN PERCERAIAN (ANALISIS YURIDIS TERHADAP PUTUSAN M.A.R.I NO. 209 K/ AG/ 1994)


By admin - Posted on 04 Maret 2013

JudulPENOLAKAN IZIN POLIGAMI YANG MENGAKIBATKAN PERCERAIAN (ANALISIS YURIDIS TERHADAP PUTUSAN M.A.R.I NO. 209 K/ AG/ 1994)
Publication TypeReport
Year of Publication2010
AuthorsHeryanto B, Muksinun, Prihatinah TL, WAHID NUR
Keywordsperceraian., poligami
Abstract

Undang-undang Perkawinan Nasional menganut asas monogamy, akan tetapi memerikan kelonggaran bagi mereka yang agamanya mengijinkan untuk melakukan poligami. Syarat altrnatif bagi suami yang berpoligami adalah:
a. Istri tidak dapat menjalankan kewajajibannya sebagai istri
b. Istri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan
c. Istri tidak dapat melahirkan keturunan.
Dari hasil penelitian ternyata permohonan ijin poligami oleh suami ke Pengadilan Agama Jakarta Timur ditolak karena menurut PA tersebut istri dapat membuktikan kesuburannya. Akibat penolakan tersebut hubungan suami istri sering terjadi pertengkarn terus menerus. Akhirnya suami mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, dan Mahkamah Agung memberikan ijin suami untuk melakukan ikrar talak terhadap istri dengan alasan hubungan sebagai suami istri tidak harmonis lagi dan sering terjadi pertengkaran yang tidak dapat didamaikan.